Aku termangu
Tatkala lusinan kata-kata itu berpadu
Terasa muhibbah ini menghujam
Tak ingin hati semakin runyam
Diri yang fakir inipun
Rela merajut benang mengharap ampun
Menata kembali yang terserak
Membereskan hati yang berkarak
Aku tak ingin menjadi muwarih
Yang menoreh sejarah perih
Hingga peluang kecewa itu
Dapat menyelinap, menggerutu berkata...