Semenjak memutuskan untuk resign dari pekerjaan, kayaknya banyak banget waktu yang tersedia. Ya, terhitung sejak Juli 2021 aku resmi jadi seorang full time mother. Ternyata menjadi seorang ibu yang waktunya habis untuk di rumah itu bukanlah hal yang mudah ya. Aku benar-benar harus beradaptasi dengan hal-hal baru. Bergulat dengan keseharian yang terkadang membosankan. Berbeda ketika saat masih bekerja, di rumah lebih membuat mata ini tambah 'melek' dan sadar bahwa membersamai anak itu ternyata lebih effort.
Yang aku rasakan, anak-anakku sangat butuh sosok ibunya. Tentu, ini kembali pada pilihan masing-masing orangtua. Dan, bagiku, anakku adalah prioritas. Pernah ada yang nyeletuk, "Nggak bosen tiap hari yang dipandangi cuma rumah dan mereka (anak-anak gue) ?" Rasa bosan manusiawi kan ya, tentu aku seorang manusia ini ngerasa bosan. Tapi kembali lagi pada alasan utama aku membersamai mereka, aku ingin anakku tumbuh bersama ibunya, nggak apa-apa deh bosen tiap hari liatin mereka terus, temenin mereka main, liat mainan berantakan sana sini, nggak apa-apa deh. Sedih? Rasa sedih tentu ada ketika harus melepaskan tanggung jawab di sekolah, menjadi wali kelas yang tiap hari kerjaannya mengatur 29 siswa, rapat pekanan yang setiap pekan bergonta-ganti menu makanan, bercanda dengan teman sebelah bangku di kantor guru kalau lagi gabut, masyaAllah tabarakallah. Saat harus mendidik banyak siswa, kini aku harus duduk dengan 2 siswa. Berjibaku dengan banyaknya mainan yang ia serakan, mengemasi mainannya yang berhamburan, belum lagi memasakan makanannya. Dan belum lagi urusan ayahnya. Setiap hari, satu persatu list pekerjaan rasanya tidak terceklis sempurna.
Tapi, ini lah adanya. Suatu keadaan dimana tidak semua wanita rasakan. Di bagian dunia lain, pasti ada seorang wanita yang mendamba seorang anak lahir dari rahimnya. Namun, takdir belum berpihak padanya. Setiap jengkal doa dan sujud nya kepada Sang Pencipta adalah untuk meminta agar dihadirkan-Nya malaikat kecil untuk mengisi kehampaan di dalam rumahnya. Semoga hal ini mampu menyadarkan kita bahwa semua yang kita rasakan, lelahnya dalam mengurus anak-anak, letihnya dalam berumah tangga, membuat kita tetap bersyukur. Membuat kita tetap selalu beritikad dan berikhtiar untuk menjaga dan merawat anak-anak kita dengan sebaik mungkin, sebisa kita, semampu kita.
![]() |
Strolling around the city with my Gaza lucuk 🤏🏼 |
No comments:
Bila ada komentar, kritik atau saran silakan ditulis disini ya. Terimakasih.